SOLOPEDULI kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program bakti sosial operasi katarak gratis dalam rangka serangkaian Milad ke-27 SOLOPEDULI. Berkolaborasi dengan Korem 074/Warastratama Surakarta, Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta, dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), SOLOPEDULI telah melaksanakan screening calon pasien operasi katarak gratis pada Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan screening yang berlangsung di Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta tersebut diikuti masyarakat dari berbagai wilayah Soloraya dan sekitarnya yaitu dari Solo, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar dan Magelang.
Sebanyak 85 peserta mendaftar, dengan hasil 50 peserta dinyatakan lolos screening, 21 peserta tidak lolos, dan 14 peserta tidak hadir.
Program bakti sosial ini telah dimulai sejak Juli 2026 melalui proses pencarian dan pendaftaran calon peserta. Setelah melalui tahap pendaftaran, para calon pasien mengikuti screening kesehatan dan pemeriksaan mata sebagai tahapan awal sebelum mendapatkan tindakan operasi katarak gratis.
dok.humas: Peserta Screening Bakti Sosial
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan pendaftaran. Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah serta gula darah yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan SOLOPEDULI dan RS Slamet Riyadi Surakarta.
Setelah pemeriksaan awal, peserta menjalani screening mata oleh tim dokter Perdami Yogyakarta. Pemeriksaan meliputi wawancara medis, tes ketajaman penglihatan (visus), pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan kornea dan lensa menggunakan mikroskop khusus (slit-lamp), hingga evaluasi bagian dalam dan saraf mata.
dok.humas: Pemeriksaan Peserta Baksos oleh Dokter Spesialis Mata dari Perdami
Hasil dari seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim medis dalam menentukan kelayakan peserta untuk melanjutkan ke tahap operasi. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya mendapatkan edukasi mengenai kondisi kesehatan mata serta informasi terkait persiapan operasi.
Sementara itu, peserta yang belum dapat melanjutkan ke tahap operasi juga mendapatkan edukasi dan pemahaman mengenai kondisi kesehatan mereka serta alasan medis yang menyebabkan belum dapat mengikuti tindakan operasi.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos screening, SOLOPEDULI bersama para mitra akan melanjutkan program dengan pelaksanaan operasi katarak yang dijadwalkan pada 22 dan 23 Agustus 2026.
dok.humas: Peserta Melakukan Cek Tensi dan Gula Darah
Chief Program Officer SOLOPEDULI, Megawati Nurjanah, mengatakan bahwa peserta yang telah lolos screening diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatannya hingga hari pelaksanaan operasi.
“Harapannya untuk peserta yang lolos, untuk menjaga kesehatannya. Tensi dijaga normal sampai nanti pelaksanaan. Kami berharap dengan program ini masyarakat dengan penglihatan blur bisa melihat dengan jelas dan waktu pelaksanaan operasi bisa berjalan dengan lancar,” ujar Megawati.
Megawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program bakti sosial tersebut.
“Terima kasih untuk sponsor dan mitra stakeholder yang sudah mendukung pelaksanaan program baksos ini,” tambahnya.
Salah satu peserta, Endang Purwani, warga Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi katarak gratis yang dihadirkan SOLOPEDULI.
Endang mengatakan, selama ini gangguan penglihatan membuat aktivitasnya menjadi lebih sulit. Ia telah mencoba menggunakan berbagai macam kacamata, tetapi penglihatannya tetap tidak jelas.
“Saya dicoba berbagai macam kacamata tidak bisa terlihat. Kalau melihat biasa itu bisa melihat, akan tetapi tidak jelas. Melihat itu tidak jelas jadi saya susah. Saya kalau disuruh operasi tidak mampu. Saya sudah tua, ditinggal suami, menganggur, hanya mengandalkan anak dan cucu. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada SOLOPEDULI,” ujar Endang.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Chief Program Officer SOLOPEDULI Megawati Nurjanah, Karumkit RS Slamet Riyadi Surakarta Letkol Ckm dr. Moch. Fatichul Huda, Sp.JP(K), M.M.RS., AIFO-K, FIHA, CHMP, jajaran Korem 074/Warastratama, serta perwakilan Kodim dari wilayah Soloraya.
Rangkaian screening calon pasien operasi katarak gratis ini berlangsung secara tertib, aman, dan lancar. Melalui program tersebut, SOLOPEDULI berharap semakin banyak masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat memperoleh akses pengobatan dan kembali menjalani aktivitas dengan penglihatan yang lebih baik.(snk)